Ia mengungkapkan, sektor rumput laut di daerahnya masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan bibit unggul, ancaman penyakit ice-ice yang sering menyerang tanaman, perubahan cuaca yang memengaruhi hasil produksi, hingga masih terbatasnya kemampuan masyarakat dalam pengelolaan pascapanen.

Selain rumput laut, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua juga melihat potensi besar pada sektor produksi garam. Kedua sektor tersebut dinilai membutuhkan dukungan berupa peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kelembagaan kelompok usaha, serta dukungan anggaran untuk perluasan lahan dan pengembangan usaha.

Sebagai salah satu daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), Sabu Raijua berharap pemerintah pusat terus meningkatkan intervensi program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Iklan

Pemkab Sabu Raijua juga berharap Kemendes PDT dapat membantu memfasilitasi dukungan anggaran dari kementerian terkait untuk pembangunan infrastruktur pendukung, penguatan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sementara itu, Direktur Penyerasian Pembangunan Daerah Khusus Kemendes PDT RI, Dr. Muhammad Ridha Haykal Amal, menegaskan bahwa program vokasi yang dijalankan bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan.