Dalam kesempatan itu, Gibran turut mengajak sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat di wilayah 3T dan memantau pelaksanaan program prioritas pemerintah.

“Ini saya ajak teman-teman mahasiswa, perwakilan dari beberapa kampus untuk melihat bagaimana keadaan warga di area 3T seperti ini,” katanya.

Salah seorang mahasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Rapid Bena Matin, menilai Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih perlu mendapat prioritas di daerah 3T agar kesenjangan pembangunan antara kota dan daerah terpencil dapat dikurangi.

Iklan

“Program-program prioritas Presiden seperti Makan Bergizi Gratis sebagai upaya pencegahan stunting, terus juga untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui Koperasi Desa Merah Putih, itu harus diprioritaskan dan diutamakan di daerah-daerah 3T. Supaya tidak terjadi kesenjangan antara kehidupan di kota maupun kehidupan di daerah 3T,” ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, Wapres didampingi Bupati Ende Yosef Badeoda dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma.

Pemerintah berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah 3T tidak hanya mampu meningkatkan kualitas gizi anak-anak, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan sosial di berbagai daerah pelosok Indonesia. (*/rnc)