“Ketika ini sekarang ada jeda waktu libur sekolah. Saya kira itu waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh, terutama terkait tata kelola di BGN ini,” ujarnya.

Menurut Gibran, evaluasi tersebut diperlukan agar pelaksanaan MBG semakin efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dibenahi, mulai dari aspek tata kelola hingga pengawasan pelaksanaan di lapangan.

Iklan

“Memang ke depan harus lebih banyak lagi perbaikan. Tata kelolanya diperbaiki, biar lebih efisien, jangan lagi ada pengadaan-pengadaan barang yang tidak sesuai, dan yang paling penting praktik-praktik korupsinya harus dihilangkan,” tegasnya.

Wapres juga menekankan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

Menurutnya, pelaksanaan program dapat melibatkan UMKM sekitar sekolah, pesantren, gereja, SMK Tata Boga, kelompok PKK, hingga orang tua murid. Pelibatan berbagai unsur tersebut dinilai penting untuk memperkuat pengawasan sekaligus menjamin keberlanjutan program.

“Bukan hanya kantin sekolah ya, UMKM di sekitar sekolah, mungkin bisa melibatkan pesantren, melibatkan gereja, melibatkan SMK Tata Boga, melibatkan ibu-ibu PKK, melibatkan orang tua murid, semua bisa dilibatkan,” ujarnya.