oleh: Robert Kadang

Belajar tidak selalu di dalam kelas. Bersama SDN dan SMPN Maumolo, pengalaman belajar hadir langsung dari alam di Maumolo Village.

Mulai dari mengenal pertanian, menanam bibit cabai, hingga memahami pentingnya menjaga lingkungan dan menghargai setiap proses yang menghasilkan pangan. Semua dilakukan dengan penuh semangat dan keceriaan.

Iklan

Semoga pengalaman ini menumbuhkan kecintaan terhadap alam dan menginspirasi generasi muda untuk terus belajar, berkarya, serta menjaga kekayaan pertanian Indonesia.

Seperti itulah potret geliat ekonomi yang memanusiakan manusia yang dilakukan Yayasan Felix Maria Go (YFMG), di SDN dan SMPN Maumolo, Kabupaten Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur.

Mereka mengajari anak-anak sekolah dan masyarakat Desa Maumolo, mengerti dan memahami dunia pertanian. Kuan Maumolo yang dulunya kering kerontang, kini maju dan produktif. Mulai mandiri secara ekonomi.

Lahan-lahan pertanian mereka mulai menjanjikan setelah sekian tahun tidak menghasilkan apa-apa. Saking bergeliatnya, Yayasan Felix Maria Go yang dipimpin Fransiscus Go itu, melombakan potret-potret kemajuan pertanian yang berhasil dilakukan warga Desa Maumolo.

Dengan menanamkan dan mengedukasi anak-anak sekolah di Maumolo, tentang pentingnya kehidupan bertani, YFMG berharap masyarakat Maumolo tak lagi sepenuhnya bergantung pada daerah di luar mereka. “Mereka harus mandiri secara ekonomi supaya kehidupan mereka lebih baik. Menghasilkan sayur mayur dan buah untuk dijual, sehingga mereka tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah. Anak-anak Maumolo kita edukasi tentang pentingnya dunia pertanian, supaya mereka cinta pertanian,” ujar Frans Go kepada RakyatNTT.id, akhir pekan lalu. (*)