“Kami juga diberikan satu alat mesin tetas telur kapasitas 20 butir dari Dinas Peternakan Provinsi NTT. Kami tidak dibekali dengan ilmu saja, tapi juga memotivasi kami untuk terus membangun mimpi dari desa, karna akan selalu berdampingan dengan Gen.z Gejala. Bapak Fransiscus Go bukan cuma memberi kesempatan untuk belajar, tetapi juga menjadi sponsor selama kami mengikuti pelatihan ini. Komitmen kami, Gen.z Gejala akan membuat kebun edukasi yang di dalamnya tidak hanya mengenai pertanian, tapi juga terkait peternakan dan perikanan,” sebut Yaya.

Dalam pelatihan beternak tersebut, ada empat narasumber. Mereka diantaranya; Jery Riada yang membawakan materi tentang pengenalan alat mesin tetas telur dan cara pembuatan dengan alat seadanya di rumah. Folni Lasi membawakan materi mengenai penyaki pada unggas. Lucia tentang penyusunan ransum, dan cara pembuatan pakan ternak. Dan, Jonathan Tamoes membawakan materi cara sukses menetaskan telur ayam kampung dengan mesin tetas. (rnc)