Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Karena itu, Pemkab SBD membuka peluang investasi seluas-luasnya dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), serta kewajiban memprioritaskan tenaga kerja lokal.
Ia juga menegaskan pembangunan sektor pariwisata tidak boleh mengorbankan budaya dan kearifan lokal masyarakat Sumba.
“Kami ingin pariwisata berkembang, tetapi budaya tetap dijaga. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri,” kata Ratu Wulla.
Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi kehadiran KSP Kopdit Pintu Air yang dinilai mampu memperluas akses layanan keuangan sekaligus memberikan edukasi pengelolaan keuangan kepada masyarakat.
Menurut Ratu Wulla, kolaborasi antara pemerintah daerah dan koperasi menjadi langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten SBD.
Sementara itu, Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengatakan Pulau Sumba memiliki sumber daya alam yang melimpah sehingga masyarakat seharusnya mampu meningkatkan kesejahteraan apabila dikelola dengan baik.
“Saya melihat di Kodi jagung masih bisa tumbuh pada musim seperti ini. Artinya, kalau rajin bekerja, masyarakat bisa panen lebih dari sekali. Yang kita perlukan adalah tata kelola yang baik dan semangat untuk bekerja,” ujarnya. (rnc29)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan