Tambolaka, RakyatNTT.ID – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla, memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten SBD yang difokuskan pada sektor listrik, pertanian, dan pariwisata saat meresmikan Kantor Cabang KSP Kopdit Pintu Air Cabang Kodi di Desa Kori, Kecamatan Kodi Utara, Senin (22/6/2026).

Menurut Ratu Wulla, ketiga sektor tersebut menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di tengah tantangan efisiensi anggaran yang dihadapi pemerintah daerah.

“Komitmen kami sebagai pemerintah adalah tetap hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program prioritas yang benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan,” ujar Ratu Wulla.

Iklan

Ia mengatakan, sektor pertanian dan peternakan menjadi perhatian utama karena sekitar 85 persen masyarakat SBD menggantungkan hidup pada bidang tersebut.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBD terus mengalokasikan bantuan berupa alat pertanian, benih, pendampingan penyuluh, hingga penguatan kelompok tani hortikultura dan peternakan.

Menurut dia, kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga membuka peluang pasar yang besar bagi petani dan peternak lokal.

“Satu dapur MBG melayani sekitar 2.000 sampai 3.000 anak setiap hari. Itu berarti kebutuhan telur, sayur, daging ayam, dan beras sangat besar. Ini peluang ekonomi yang harus dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Selain pertanian, Ratu Wulla juga menegaskan komitmen pemerintah mempercepat pemerataan akses listrik di seluruh wilayah SBD.

Saat ini rasio elektrifikasi di daerah tersebut masih sekitar 85 persen.

Pemerintah daerah, kata dia, terus mengalokasikan anggaran untuk pemasangan meteran listrik gratis bagi masyarakat sekaligus mendorong perluasan jaringan PLN.

“Tahun ini hampir 2.000 meteran listrik gratis kami berikan. Target kami selama satu periode kepemimpinan, seluruh wilayah Sumba Barat Daya sudah menikmati layanan listrik,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan pemerintah pusat berencana membangun pembangkit listrik berkapasitas 30 megawatt (MW) di Kabupaten SBD.

Menurutnya, keberadaan pembangkit tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, tetapi juga menjadi daya tarik bagi masuknya investasi.

Di sektor pariwisata, Ratu Wulla menilai Sumba memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata masa depan.

Ia bahkan menyebut slogan yang selama ini terus didorong pemerintah daerah.

Bali itu masa lalu, Labuan Bajo masa kini, dan Sumba adalah masa depan,” katanya.

Menurut Ratu Wulla, pengembangan pariwisata akan memberikan efek berganda terhadap berbagai sektor, mulai dari hotel, restoran, UMKM, pertanian, hingga terbukanya lapangan pekerjaan baru.

Karena itu, Pemkab SBD membuka peluang investasi seluas-luasnya dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), serta kewajiban memprioritaskan tenaga kerja lokal.

Ia juga menegaskan pembangunan sektor pariwisata tidak boleh mengorbankan budaya dan kearifan lokal masyarakat Sumba.

“Kami ingin pariwisata berkembang, tetapi budaya tetap dijaga. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri,” kata Ratu Wulla.

Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi kehadiran KSP Kopdit Pintu Air yang dinilai mampu memperluas akses layanan keuangan sekaligus memberikan edukasi pengelolaan keuangan kepada masyarakat.

Menurut Ratu Wulla, kolaborasi antara pemerintah daerah dan koperasi menjadi langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten SBD.

Sementara itu, Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengatakan Pulau Sumba memiliki sumber daya alam yang melimpah sehingga masyarakat seharusnya mampu meningkatkan kesejahteraan apabila dikelola dengan baik.

“Saya melihat di Kodi jagung masih bisa tumbuh pada musim seperti ini. Artinya, kalau rajin bekerja, masyarakat bisa panen lebih dari sekali. Yang kita perlukan adalah tata kelola yang baik dan semangat untuk bekerja,” ujarnya. (rnc29)