Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Pemerintah Kabupaten Flores Timur menargetkan sedikitnya 30 persen peserta mampu menerapkan hasil pembelajaran secara nyata dan menjadi contoh sukses pengembangan hortikultura di daerah.
“Ukuran keberhasilan program ini bukan pada pujian atau cerita setelah pulang dari Soe, melainkan pada bukti nyata di lapangan. Semua pengalaman yang diperoleh harus ditulis di atas tanah melalui kerja dan hasil,” tegasnya.
Dorong Lompatan Produktivitas Pertanian Flores Timur
Lebih lanjut, Ignas Boli menekankan pentingnya melakukan big push atau lompatan besar di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan guna meningkatkan produktivitas serta pendapatan masyarakat.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak selalu bergantung pada bantuan pemerintah sebagai modal usaha. Menurutnya, akses pembiayaan melalui perbankan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah tersedia dan perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
Program magang GAP ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya generasi petani Flores Timur yang lebih terampil, inovatif, adaptif terhadap perubahan, serta mampu mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan.
Dengan bekal pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama magang di TTS, para peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mendorong kemajuan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Flores Timur.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan