Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi melepas 63 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kolaborasi Tahun Akademik 2026/2027 untuk mengabdi di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Upacara pelepasan berlangsung di halaman Gedung Rektorat Undana, Kupang, Senin (22/6/2026), dan dipimpin langsung oleh Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng.
Sebanyak 63 mahasiswa yang terdiri dari 33 mahasiswa Undana dan 30 mahasiswa UGM diberangkatkan menuju Kecamatan Tasifeto Timur.
Mereka akan menjalankan program pengabdian masyarakat secara terpadu di tiga desa, yakni Desa Sadi, Desa Tulakadi, dan Desa Dualaus.
Tekankan Kolaborasi Lintas Disiplin Ilmu
Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, menegaskan pentingnya semangat kebersamaan dan menghilangkan sekat identitas kampus selama menjalankan program KKN di tengah masyarakat.
Menurutnya, tantangan sosial dan ekonomi di wilayah perbatasan membutuhkan kemampuan beradaptasi, kerja sama tim yang kuat, serta solusi yang lahir dari kolaborasi lintas disiplin ilmu.
“Ketika berada di desa, jangan lagi berpikir sebagai mahasiswa Undana ataupun UGM. Hadirlah sebagai satu keluarga yang membawa semangat kolaborasi dan menjadi agen perubahan bagi masyarakat,” tegas Prof. Jefri Bale.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undana, Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Belu memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KKN kolaborasi tersebut.
Pemerintah daerah memfasilitasi tiga unit bus untuk mengangkut mahasiswa dan logistik menuju lokasi pengabdian. Selama berada di desa, mahasiswa akan menjalankan berbagai program kerja terukur yang melibatkan berbagai bidang keilmuan.
Kawasan Perbatasan jadi Prioritas Strategis
Dosen Pembimbing Lapangan dari UGM, Dr. Muhammad Sulaiman, mengatakan wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste menjadi salah satu kawasan prioritas dalam program KKN UGM tahun ini.
Menurutnya, kolaborasi antara Undana dan UGM diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan pengabdian masyarakat, tetapi juga dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas, termasuk penelitian bersama terkait pembangunan kawasan perbatasan.
“Kawasan tapal batas memiliki nilai strategis yang besar. Program ini diharapkan menjadi awal dari penguatan kolaborasi yang lebih masif di masa mendatang,” ujarnya.
Menjadi Pemantik Mimpi Anak-Anak Perbatasan
Kehadiran mahasiswa dari Undana dan UGM di wilayah perbatasan tidak hanya membawa program pembangunan berbasis masyarakat, tetapi juga menghadirkan inspirasi bagi generasi muda di daerah terdepan Indonesia.
Selama ini, anak-anak di wilayah pelosok perbatasan menghadapi keterbatasan akses informasi dan minim figur akademik yang dapat menjadi sumber motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Interaksi sehari-hari antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan mampu menjadi pemantik mimpi bagi para pelajar di wilayah tersebut. Kehadiran mahasiswa dari dua perguruan tinggi ini diyakini dapat memperluas wawasan serta menumbuhkan keyakinan bahwa pendidikan tinggi merupakan peluang yang dapat diraih oleh siapa saja, termasuk generasi muda di perbatasan negara.
Melalui KKN Tematik Kolaborasi Tahun Akademik 2026/2027, Undana dan UGM tidak hanya menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat, tetapi juga menanamkan harapan baru bagi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Belu sebagai beranda terdepan Indonesia. (*/rnc)






WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan