Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undana, Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Belu memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KKN kolaborasi tersebut.

Pemerintah daerah memfasilitasi tiga unit bus untuk mengangkut mahasiswa dan logistik menuju lokasi pengabdian. Selama berada di desa, mahasiswa akan menjalankan berbagai program kerja terukur yang melibatkan berbagai bidang keilmuan.

Kawasan Perbatasan jadi Prioritas Strategis

Dosen Pembimbing Lapangan dari UGM, Dr. Muhammad Sulaiman, mengatakan wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste menjadi salah satu kawasan prioritas dalam program KKN UGM tahun ini.

Iklan

Menurutnya, kolaborasi antara Undana dan UGM diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan pengabdian masyarakat, tetapi juga dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas, termasuk penelitian bersama terkait pembangunan kawasan perbatasan.

“Kawasan tapal batas memiliki nilai strategis yang besar. Program ini diharapkan menjadi awal dari penguatan kolaborasi yang lebih masif di masa mendatang,” ujarnya.

Menjadi Pemantik Mimpi Anak-Anak Perbatasan

Kehadiran mahasiswa dari Undana dan UGM di wilayah perbatasan tidak hanya membawa program pembangunan berbasis masyarakat, tetapi juga menghadirkan inspirasi bagi generasi muda di daerah terdepan Indonesia.