Kupang, RakyatNTT.ID – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 kembali menempatkan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada posisi bawah secara nasional dalam capaian literasi dan numerasi.

Temuan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kota Kupang yang langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil asesmen tersebut.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Naitboho, mengatakan hasil TKA 2026 menjadi bahan refleksi penting bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di NTT, khususnya Kota Kupang.

Iklan

“Kalau kita bercermin pada parameter nasional untuk mengukur literasi dan numerasi, hasil terakhir ini menjadi bahan refleksi bagi penyelenggaraan pendidikan di NTT, khususnya di Kota Kupang,” ujarnya kepada RakyatNTT.id, Senin (8/6/2026).

Partisipasi Tinggi, Hasil Masih Perlu Ditingkatkan

Dari sisi partisipasi, Kota Kupang mencatat capaian hampir 100 persen siswa jenjang SD dan SMP mengikuti asesmen. Namun secara nasional, posisi NTT masih berada di papan bawah, yakni sekitar peringkat ke-34 untuk mata pelajaran matematika dan ke-36 untuk bahasa Indonesia.

Berdasarkan hasil analisis Dinas Pendidikan Kota Kupang, pada jenjang SMP, rata-rata nilai matematika Kota Kupang berada di angka 38,11, masih di bawah rata-rata nasional sebesar 40,38, namun lebih tinggi dari rata-rata NTT sebesar 36,17.

Sedangkan nilai Bahasa Indonesia jenjang SMP mencapai 60,46, sedikit di bawah rata-rata nasional 60,83, tetapi tetap lebih baik dibandingkan rata-rata provinsi yang berada di angka 47,78.

“Hasil ini menunjukkan bahwa Kota Kupang memang berada di atas rata-rata provinsi, tetapi masih perlu kerja keras untuk mencapai bahkan melampaui rata-rata nasional,” jelas Okto.

Sejumlah Siswa Raih Nilai Sempurna

Di tengah tantangan tersebut, terdapat capaian positif yang patut diapresiasi. Beberapa siswa di Kota Kupang berhasil memperoleh nilai sempurna 100 pada TKA 2026, baik di jenjang SD maupun SMP.

Menurut Okto, pencapaian itu menunjukkan bahwa siswa Kota Kupang memiliki potensi besar yang perlu terus dikembangkan melalui pembelajaran yang lebih efektif dan terarah.

Metode Pembelajaran jadi Sorotan

Dari hasil evaluasi, Dinas Pendidikan Kota Kupang menemukan dua faktor utama yang memengaruhi rendahnya capaian literasi dan numerasi.

Pertama, proses pembelajaran di sekolah masih cenderung berfokus pada kemampuan dasar atau level berpikir C1 hingga C3, seperti menghafal dan memahami. Sementara soal TKA nasional lebih banyak menguji kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS), yakni level C4 hingga C6 yang menuntut kemampuan analisis, evaluasi, dan pemecahan masalah.

“Terjadi ketidaksinkronan antara proses pembelajaran di kelas dengan bentuk soal asesmen,” ungkapnya.

Faktor kedua adalah siswa belum terbiasa menghadapi soal-soal dengan tingkat kompleksitas tinggi yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam.

Guru dan Kepala Sekolah akan Diperkuat

Sebagai langkah perbaikan, Dinas Pendidikan Kota Kupang akan melakukan sejumlah intervensi strategis. Salah satunya melalui peningkatan kapasitas guru agar mampu menerapkan model pembelajaran berbasis analisis dan berpikir kritis.

Selain itu, sistem evaluasi di sekolah juga akan diarahkan agar lebih menekankan pada soal-soal yang mengasah kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Siswa kelas akhir, yakni kelas VI SD dan kelas IX SMP, juga akan mendapatkan program latihan intensif sejak awal tahun ajaran baru.

Tidak hanya itu, Dinas Pendidikan Kota Kupang akan menggelar pertemuan bersama seluruh kepala sekolah untuk menandatangani komitmen peningkatan capaian akademik.

“Setiap sekolah akan diminta meningkatkan capaian minimal satu digit dari tahun sebelumnya. Ini akan menjadi indikator kinerja kepala sekolah,” tegas Okto.

Pengawas sekolah pun akan dilibatkan secara aktif dalam monitoring dan evaluasi secara berkala, termasuk pelaksanaan try out guna mengukur perkembangan kemampuan siswa.

Okto optimistis, apabila berbagai strategi tersebut dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan, capaian literasi dan numerasi siswa di Kota Kupang akan meningkat secara signifikan pada tahun mendatang.

“Kalau strategi ini dijalankan secara serius dan berkelanjutan, kami yakin hasil tahun depan akan lebih baik,” pungkasnya.

10 Besar Nilai TKA 2025/2026 Tingkat SMP/MTs Kota Kupang

1. SMP Christmas
Rata-rata Matematika: 53,33
Rata-rata Bahasa Indonesia: 80,00
Rata-rata TKA: 66,67
Peringkat: 1

2. SMP Kristen 1 Kupang
Rata-rata Matematika: 51,91
Rata-rata Bahasa Indonesia: 80,90
Rata-rata TKA: 66,40
Peringkat: 2

3. SMPK Rosa Mystica
Rata-rata Matematika: 50,83
Rata-rata Bahasa Indonesia: 80,63
Rata-rata TKA: 65,73
Peringkat: 3

4. SMP Kristen Tunas Bangsa
Rata-rata Matematika: 49,26
Rata-rata Bahasa Indonesia: 80,00
Rata-rata TKA: 64,63
Peringkat: 4

5. SMP Stella Gracia
Rata-rata Matematika: 53,81
Rata-rata Bahasa Indonesia: 75,24
Rata-rata TKA: 64,52
Peringkat: 5

6. SMP Dian Harapan
Rata-rata Matematika: 49,71
Rata-rata Bahasa Indonesia: 78,53
Rata-rata TKA: 64,12
Peringkat: 6

7. SMP Nusa Cendana International Plus School
Rata-rata Matematika: 47,18
Rata-rata Bahasa Indonesia: 78,97
Rata-rata TKA: 63,08
Peringkat: 7

8. SMPK Sta. Theresia Kupang
Rata-rata Matematika: 47,45
Rata-rata Bahasa Indonesia: 77,51
Rata-rata TKA: 62,48
Peringkat: 8

9. SMP Kristen Generasi Unggul
Rata-rata Matematika: 46,86
Rata-rata Bahasa Indonesia: 76,95
Rata-rata TKA: 61,91
Peringkat: 9

10. SMP Abdi Kasih Bangsa
Rata-rata Matematika: 49,11
Rata-rata Bahasa Indonesia: 74,67
Rata-rata TKA: 61,89
Peringkat: 10

(rnc04)