“Terjadi ketidaksinkronan antara proses pembelajaran di kelas dengan bentuk soal asesmen,” ungkapnya.

Faktor kedua adalah siswa belum terbiasa menghadapi soal-soal dengan tingkat kompleksitas tinggi yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam.

Guru dan Kepala Sekolah akan Diperkuat

Sebagai langkah perbaikan, Dinas Pendidikan Kota Kupang akan melakukan sejumlah intervensi strategis. Salah satunya melalui peningkatan kapasitas guru agar mampu menerapkan model pembelajaran berbasis analisis dan berpikir kritis.

Iklan

Selain itu, sistem evaluasi di sekolah juga akan diarahkan agar lebih menekankan pada soal-soal yang mengasah kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Siswa kelas akhir, yakni kelas VI SD dan kelas IX SMP, juga akan mendapatkan program latihan intensif sejak awal tahun ajaran baru.

Tidak hanya itu, Dinas Pendidikan Kota Kupang akan menggelar pertemuan bersama seluruh kepala sekolah untuk menandatangani komitmen peningkatan capaian akademik.

“Setiap sekolah akan diminta meningkatkan capaian minimal satu digit dari tahun sebelumnya. Ini akan menjadi indikator kinerja kepala sekolah,” tegas Okto.

Pengawas sekolah pun akan dilibatkan secara aktif dalam monitoring dan evaluasi secara berkala, termasuk pelaksanaan try out guna mengukur perkembangan kemampuan siswa.