Ba’a, RakyatNTT.ID – Antusiasme warga Desa Temas, Mundek, dan Lidor, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, terlihat tinggi saat menghadiri reses Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB, Usman Husin, Rabu (6/5/2026).

Ratusan petani memadati lokasi kegiatan bukan untuk bekerja di sawah, melainkan merayakan kembali berfungsinya Bendungan Embung Lekobatu yang selama 20 tahun mengalami kerusakan dan tidak optimal dimanfaatkan.

Kedatangan Usman Husin disambut secara adat khas Rote Ndao.

Iklan

Rombongan pasukan berkuda mengawal perjalanan menuju tanggul embung. Prosesi dilanjutkan dengan tarian adat, penyematan selendang Rote, serta topi Ti’i Langga sebagai simbol penghormatan tertinggi masyarakat.

Bendungan Lekobatu Kembali Hidup, Aliri 450 Hektare Sawah

Selama dua dekade, Bendungan Embung Lekobatu menjadi simbol kerusakan infrastruktur pertanian di wilayah tersebut. Petani di Desa Temas, Modosina, dan Lidor hanya mampu menanam sekali dalam setahun akibat keterbatasan air.

Perubahan mulai terjadi pada 2025 setelah aspirasi warga terkait perbaikan bendungan diperjuangkan hingga ke pemerintah pusat. Kini, air kembali mengalir dan mampu mengairi sekitar 450 hektare lahan persawahan warga.

Reses tersebut juga menghadirkan kelompok disabilitas yang turut menyampaikan aspirasi bersama para petani. Dialog terbuka tanpa sekat menjadi warna utama dalam kegiatan tersebut.

Hadir Pejabat, Tokoh Adat hingga Kelompok Disabilitas

Kegiatan reses turut dihadiri Anggota DPRD Rote Ndao Efendi Hartoyo Muda, Camat Rote Barat Laut Yosua Dethan, Pj. Kepala Desa Temas Dendrets Elimanafe, tokoh disabilitas Nimrod Ledo, Maneleo Robin Mbau, Meilon Bernard Sulla, tokoh perempuan, tokoh masyarakat, serta para petani.

Dalam sambutannya, Usman Husin menegaskan alasan memilih Komisi IV DPR RI sebagai ruang perjuangannya untuk masyarakat NTT.

“Kenapa saya pilih Komisi IV? Karena di situlah saya bisa berbuat untuk banyak orang. NTT sebagian besar masyarakatnya petani, jadi saya ingin bantuan pertanian benar-benar dirasakan,” ujarnya.

Perjuangan Dimulai Sejak Reses 2024

Usman Husin menjelaskan perjuangan perbaikan Bendungan Lekobatu dimulai sejak reses pada 13 Desember 2024. Bersama Anggota DPRD Rote Ndao Efendi Hartoyo Muda, ia membawa aspirasi masyarakat ke tingkat pusat hingga akhirnya proyek perbaikan terealisasi.

“Kalau tidak diperjuangkan di pusat, bendungan ini mungkin belum tersentuh,” tegasnya.

Ia juga memaparkan berbagai program Komisi IV DPR RI yang menyasar sektor pertanian, mulai dari bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), hand tractor, combine harvester, bibit padi, jagung, hortikultura, bantuan peternakan, hingga dukungan pupuk bagi petani.

Warga Sebut Bukti Kerja Nyata

Efendi Hartoyo Muda mengaku bangga karena masyarakat Rote Ndao memiliki wakil rakyat yang mau hadir langsung di tengah warga tanpa sekat formalitas.

“Biasanya pejabat datang, yang duduk depan hanya pejabat. Pak Usman hadir langsung di tengah masyarakat untuk dengar persoalan rakyat,” katanya.

Pj. Kepala Desa Temas, Dendrets Elimanafe, juga menyampaikan apresiasi atas terealisasinya perbaikan bendungan tersebut.

“Di tempat ini adalah bukti kerja nyata. Banyak orang memberi janji, tapi sulit cari bukti kerja. Hari ini masyarakat Temas menerima bukti nyata itu,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Maneleo menyebut Bendungan Lekobatu sudah berkali-kali disurvei selama bertahun-tahun, namun baru terealisasi pada era Usman Husin.

“Dulu hanya survei-survei tanpa hasil,” ungkapnya.

Warga Harapkan Perjuangan Berlanjut

Selain bersyukur atas perbaikan bendungan, warga juga menyampaikan sejumlah aspirasi lain, seperti perbaikan jaringan irigasi lanjutan, bantuan hand tractor, bibit bawang merah, hingga pembangunan akses jalan menuju area persawahan.

Dialog berlangsung terbuka dan masyarakat bebas menyampaikan kebutuhan dasar langsung kepada wakil rakyat di Senayan.

“Petani minta reses di sini karena ingin menunjukkan rasa syukur. Setelah puluhan tahun rusak, sekarang bendungan ini sudah bisa dimanfaatkan lagi,” kata Usman Husin.

Ia menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar seperti irigasi akan tetap menjadi prioritas perjuangannya di Komisi IV DPR RI.

“Kalau air tersedia, petani bisa menanam lebih baik, hasil panen meningkat, dan ekonomi keluarga ikut membaik. Saya ingin apa yang diperjuangkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas legislator PKB tersebut.

Kini, Bendungan Lekobatu bukan lagi sekadar cerita tentang kerusakan masa lalu, melainkan simbol perjuangan yang berhasil menghidupkan kembali harapan para petani di tanah Rote Ndao. (rnc12)