Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
8 Mei 2026 – TIMNAS Tanjung Verde atau yang juga dikenal sebagai Cape Verde dan Cabo Verde mencatat sejarah besar dengan lolos ke Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya sejak bergabung dengan FIFA.
Negara kepulauan kecil di Afrika Barat dengan populasi sekitar setengah juta jiwa dan luas wilayah hanya sekitar 4.000 kilometer persegi itu membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
Keberhasilan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 menjadi simbol perkembangan sepak bola Tanjung Verde sekaligus kebanggaan bagi masyarakat lokal dan diaspora mereka di berbagai negara.
Perjalanan Bersejarah ke Piala Dunia 2026
Perjalanan Tanjung Verde menuju Piala Dunia 2026 tidak diraih secara instan. Pada kualifikasi Piala Dunia 2022, mereka sempat bersaing ketat dengan Nigeria, namun gagal melaju setelah hanya bermain imbang 1-1 pada laga penentuan.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga. Pada kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika (CAF), Tanjung Verde tampil jauh lebih matang dan konsisten.
Mereka berhasil menyapu bersih lima laga kandang tanpa kebobolan serta mengungguli tim-tim kuat seperti Kamerun dan Angola.
Kemenangan 3-0 atas Eswatini pada laga terakhir memastikan tiket bersejarah menuju Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Tanjung Verde menutup fase kualifikasi sebagai juara grup dengan catatan tujuh kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan. Mereka mengoleksi 23 poin, unggul empat poin atas Kamerun yang finis sebagai runner-up.
Debut Perdana di Piala Dunia
Tanjung Verde merdeka dari Portugal pada 1975 dan mulai membangun tim nasional sejak 1978. Negara tersebut resmi menjadi anggota FIFA pada 1986.
Empat dekade kemudian, Tanjung Verde akhirnya merasakan atmosfer Piala Dunia untuk pertama kalinya pada edisi 2026.
Bertambahnya jumlah peserta menjadi 48 tim turut membuka peluang lebih besar bagi negara-negara berkembang untuk tampil di panggung dunia.
Tanjung Verde menjadi satu dari empat negara debutan di Piala Dunia 2026 bersama Haiti, Yordania, dan Uzbekistan.
Dari 10 wakil Afrika yang lolos ke turnamen tersebut, Tanjung Verde menjadi satu-satunya negara yang menjalani debut di Piala Dunia.
Bubista, Sosok di Balik Kebangkitan Tanjung Verde
Kesuksesan Tanjung Verde tidak lepas dari tangan dingin pelatih Pedro Leitao Brito atau yang akrab disapa Bubista.
Mantan kapten tim nasional itu membawa pengalaman bermain di Angola, Portugal, dan Spanyol ke dalam filosofi kepelatihannya.
Sejak menangani tim pada 2020, Bubista membangun identitas permainan yang disiplin, solid dalam bertahan, dan efektif saat melakukan serangan balik.
Ia juga dikenal mampu menciptakan chemistry kuat di ruang ganti, sehingga tim tampil kompak dan memiliki mental kompetitif tinggi sepanjang fase kualifikasi.
Dailon Livramento jadi Andalan
Salah satu pemain yang paling disorot dari skuad Tanjung Verde adalah Dailon Livramento.
Penyerang berusia 24 tahun itu saat ini dipinjamkan Hellas Verona ke klub Portugal, Casa Pia. Bersama tim nasional, ia sudah mencetak tujuh gol dari 20 penampilan.
Pada fase kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika, Dailon Livramento mencetak empat gol dan menjadi salah satu top skor bersama Vincent Aboubakar, Bryan Mbeumo, dan Ezoo El Maremi.
Selain Livramento, Tanjung Verde juga memiliki sejumlah pemain berpengalaman seperti Ryan Mendes, Garry Rodrigues, hingga penjaga gawang Vozinha.
Daftar Pemain Timnas Tanjung Verde
Kiper:
Vozinha (Chaves), Marcio Rosa (Montana), CJ dos Santos (San Diego)
Bek:
Sidny Lopes Cabral (Benfica), Diney (Al Bataeh), Joao Paulo (FCSB), Kelvin Pires (SJK), Pico (Shamrock Rovers), Steven Moreira (Columbus Crew), Wagner Pina (Trabzonspor), Jorginho Soares (Montana)
Gelandang:
Kevin Pina (Krasnodar), Telmo Arcanjo (Vitoria de Guimaraes), Yannick Semedo (Farense), Deroy Duarte (Ludogorets Razgrad), Laros Duarte (Puskas Akademia), Jordan Mendes (Rodez), Ayoni Santos (Sparta Rotterdam)
Penyerang:
Ryan Mendes (Igdir), Garry Rodrigues (Apollon Limassol), Dailon Livramento (Casa Pia), Willy Semedo (Omonia), Jovane Cabral (Estrela Amadora), Nuno da Costa (Istanbul Basaksehir), Ieltsin Camoes (Al Ahly), Fabio Domingos (PSG Youth)
Jadwal Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Pada putaran final Piala Dunia 2026, Tanjung Verde tergabung di Grup H bersama Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi.
Berikut jadwal pertandingan mereka:
- Spanyol vs Tanjung Verde – Senin, 15 Juni 2026 pukul 23.00 WIB di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta
- Uruguay vs Tanjung Verde – Senin, 22 Juni 2026 pukul 05.00 WIB di Hard Rock Stadium, Miami Gardens
- Tanjung Verde vs Arab Saudi – Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 07.00 WIB di NRG Stadium, Houston
Peluang dan Prediksi
Sebagai debutan, Tanjung Verde memang tidak dijagokan melangkah jauh di Piala Dunia 2026.
Mereka langsung menghadapi tantangan berat karena berada satu grup dengan dua mantan juara dunia, Spanyol dan Uruguay, serta Arab Saudi yang rutin tampil di Piala Dunia.
Meski demikian, performa solid saat kualifikasi membuat Tanjung Verde berpotensi menjadi kuda hitam dan menciptakan kejutan.
Finis di posisi ketiga Grup H menjadi target realistis, namun dalam sepak bola segala kemungkinan tetap bisa terjadi. (*/rnc)
Sumber: Bola.com
Ikuti terus profil 48 timnas Peserta Piala Dunia 2026 setiap hari di RakyatNTT.id






WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan