Kalabahi, RakyatNTT.ID – Upaya rekonsiliasi antara pemuda Lautingara, Kelurahan Kalabahi Tengah, dan pemuda Desa Air Kenari di Kabupaten Alor berlangsung penuh haru dan semangat persaudaraan pada Jumat sore (15/5/2026).

Kegiatan bertema “Kami Pilih Damai Bukan Tawuran, Bersatu Kita Kuat, Berdamai Kita Hebat” itu menjadi momentum penting bagi kedua kelompok pemuda untuk mengakhiri konflik dan membangun kembali hubungan yang harmonis di tengah masyarakat.

Dilansir dari RakyatAlor.ID (RakyatNTT Network), acara perdamaian tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Alor, Melky Belly, S.Sos., M.Si., Wakapolres Alor Jerry S. Puling, Kadis Pendidikan Essy Lahal, Kasat Intel Polres Alor, Lurah Kalabahi Tengah Subroto Tolang, Kepala Desa Air Kenari Muh. Usman Aleng, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, Babinsa Air Kenari, hingga para pemuda dari kedua wilayah.

Iklan

Dalam sambutannya, Melky Belly menyampaikan apresiasi kepada para pemuda yang telah memilih jalan damai dan berkomitmen mengakhiri pertikaian demi masa depan bersama.

“Perdamaian membawa kebahagiaan dan sukacita bagi kita semua. Pemerintah daerah menyampaikan terima kasih kepada anak-anak yang sudah memulai dan juga mengakhiri persoalan ini dengan damai,” ujarnya.

Ia menilai rekonsiliasi tersebut bukan hanya sekadar mengakhiri konflik, tetapi juga menjadi langkah penting dalam memperkuat kembali persaudaraan antarwarga di Kabupaten Alor.

Menurut Melky Belly, para pemuda yang sebelumnya bertikai sejatinya saling mengenal dan memiliki hubungan pertemanan. Karena itu, ia berharap perdamaian yang telah dibangun dapat terus dijaga.

“Mereka ini generasi penerus daerah. Masa depan Alor ada di tangan anak-anak kita yang saat ini masih duduk di bangku SD, SMP, dan SMA,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sekda Alor juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak, terutama di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang dinilai sering memicu kesalahpahaman hingga konflik antarpemuda.

“Anak-anak sekarang sejak SD sudah memegang handphone atau Android. Tujuan orang tua tentu untuk belajar, tetapi hari ini banyak yang menggunakannya untuk menyebarkan berita bohong dan memicu pertikaian,” jelasnya.

Ia berharap peristiwa yang sempat terjadi dapat menjadi pelajaran bersama agar tidak terulang kembali di kemudian hari.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Alor, kami menyampaikan terima kasih kepada anak-anak dari Air Kenari dan Kalabahi Tengah yang sudah berjanji di hadapan Tuhan, orang tua, dan pemerintah daerah untuk tidak mengulangi lagi peristiwa seperti ini,” tutupnya.

Rekonsiliasi tersebut pun disambut positif masyarakat sebagai simbol persatuan dan komitmen bersama menjaga keamanan serta kedamaian di Kabupaten Alor. (*/rnc)