Menanggapi aspirasi tersebut, Usman Husin menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebutuhan nelayan di Pulau Landu dan wilayah pesisir lainnya di NTT.

“Masyarakat di Pulau Landu hidup dari laut. Karena itu kebutuhan nelayan harus diperhatikan, mulai dari alat tangkap hingga dukungan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Usman Husin.

Ia menegaskan bahwa kondisi geografis dan jarak wilayah tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan masyarakat di pulau-pulau terluar Indonesia.

Iklan

“Pulau-pulau terluar juga bagian penting dari Indonesia. Saya ingin masyarakat di sini merasa diperhatikan dan tidak menghadapi tantangan hidup sendirian,” tegasnya.

Dalam sesi dialog, seorang istri nelayan juga menyampaikan harapan besar agar bantuan sarana perikanan terus diperjuangkan demi keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir.

“Kami sangat berharap Bapak Usman dapat memperjuangkan bantuan alat tangkap dan sarana perikanan lainnya. Ini urat nadi ekonomi kami di pulau terluar,” katanya.

Bagi warga Pulau Landu, laut adalah kehidupan. Kehadiran bantuan perikanan membuat masyarakat merasa suara mereka yang selama ini seolah tenggelam di tengah ombak kini mulai didengar.

Kini, masyarakat nelayan di ujung selatan NKRI itu menatap masa depan dengan harapan baru. Debur ombak bukan lagi sekadar suara alam, melainkan simbol hadirnya perhatian pembangunan bagi warga di wilayah terluar Indonesia. (rnc12)