Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ba’a, RakyatNTT.ID – Di tengah hamparan laut Pulau Landu, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, suara harapan para nelayan menggema dalam pertemuan bersama Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, Kamis (7/5/2026).
Dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut, masyarakat nelayan Pulau Landu secara langsung menyampaikan kebutuhan utama mereka, yakni bantuan alat tangkap dan sarana pendukung perikanan untuk meningkatkan kesejahteraan warga di pulau terluar Indonesia itu.
Bagi masyarakat setempat, laut bukan sekadar bentangan air, melainkan sumber utama kehidupan dan urat nadi ekonomi keluarga.
Suasana pertemuan penuh antusiasme ketika warga mengenang momen tahun 2025, saat bantuan perikanan pertama kali masuk ke Pulau Landu melalui perjuangan aspirasi Usman Husin di DPR RI.
“Ini sejarah bagi nelayan Pulau Landu. Baru pertama kali kami dapat bantuan perikanan,” ungkap salah satu nelayan senior yang disambut tepuk tangan warga.
Rasa syukur masyarakat kemudian berubah menjadi dukungan politik. Warga secara terbuka meminta Usman Husin kembali melanjutkan pengabdian di Senayan untuk periode 2029–2034.
Bagi warga di wilayah perbatasan dan pulau terluar, perhatian pemerintah melalui perjuangan wakil rakyat dinilai menjadi bukti bahwa masyarakat di garis batas NKRI tidak lagi berjalan sendiri menghadapi tantangan hidup.
Menanggapi aspirasi tersebut, Usman Husin menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebutuhan nelayan di Pulau Landu dan wilayah pesisir lainnya di NTT.
“Masyarakat di Pulau Landu hidup dari laut. Karena itu kebutuhan nelayan harus diperhatikan, mulai dari alat tangkap hingga dukungan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Usman Husin.
Ia menegaskan bahwa kondisi geografis dan jarak wilayah tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan masyarakat di pulau-pulau terluar Indonesia.
“Pulau-pulau terluar juga bagian penting dari Indonesia. Saya ingin masyarakat di sini merasa diperhatikan dan tidak menghadapi tantangan hidup sendirian,” tegasnya.
Dalam sesi dialog, seorang istri nelayan juga menyampaikan harapan besar agar bantuan sarana perikanan terus diperjuangkan demi keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir.
“Kami sangat berharap Bapak Usman dapat memperjuangkan bantuan alat tangkap dan sarana perikanan lainnya. Ini urat nadi ekonomi kami di pulau terluar,” katanya.
Bagi warga Pulau Landu, laut adalah kehidupan. Kehadiran bantuan perikanan membuat masyarakat merasa suara mereka yang selama ini seolah tenggelam di tengah ombak kini mulai didengar.
Kini, masyarakat nelayan di ujung selatan NKRI itu menatap masa depan dengan harapan baru. Debur ombak bukan lagi sekadar suara alam, melainkan simbol hadirnya perhatian pembangunan bagi warga di wilayah terluar Indonesia. (rnc12)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan