Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Selain membahas penguatan PAD, Melki juga memaparkan kondisi ekonomi NTT yang mulai menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan I tahun 2026 mencapai 5,32 persen.
Pertumbuhan tersebut didorong sektor akomodasi dan makan minum, belanja pemerintah, pertanian, peternakan, kelautan, perikanan, hingga konsumsi rumah tangga.
“Kita berharap pergerakan ekonomi NTT semakin baik. Tapi di sisi lain kita masih menghadapi tantangan besar seperti kemiskinan yang masih 17,5 persen, stunting, dan rata-rata lama sekolah yang baru 8,22 tahun,” kata Melki.
Ia menegaskan berbagai tantangan tersebut mengharuskan pemerintah daerah menjaga stabilitas fiskal agar program pembangunan tetap berjalan efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Melki juga meminta seluruh pimpinan perangkat daerah, khususnya jajaran Bapenda, menjadi “jenderal lapangan” dalam mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi NTT seperti penguatan ekonomi kerakyatan, hilirisasi produk unggulan daerah, serta program One Village One Product (OVOP) dan One School One Product (OSOP).
Sebelum dilantik sebagai Kepala Bapenda Provinsi NTT, Johny E. Ataupah diketahui menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi NTT.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan