“Kami ingin produk UMKM NTT bisa tampil di tempat-tempat yang terhormat dan menjadi kebanggaan daerah. Setiap desa minimal punya satu produk unggulan, sekolah juga punya produk unggulan,” ujarnya.

Menurut Melki, pameran UMKM dalam rangkaian HUT PGI menjadi kesempatan penting memperkenalkan potensi ekonomi masyarakat Alor dan NTT kepada peserta dari seluruh Indonesia.

PGI Bawa Pulang Nilai Persaudaraan dari Alor

Sementara itu, Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Manuputty, mengatakan pihaknya membawa pulang pengalaman berharga tentang toleransi, persaudaraan lintas iman, dan kehidupan masyarakat pesisir selama enam hari kegiatan berlangsung di Alor.

Iklan

“Kami datang, kami dengar, kami rasakan, dan kami membawa pulang nilai-nilai persaudaraan serta cinta kasih yang luar biasa dari Alor,” kata Jacklevyn.

Ia menyebut masyarakat Alor memberi pelajaran penting bahwa keberagaman tidak cukup dibicarakan, tetapi harus dihidupi dalam kehidupan sehari-hari.

“Event gereja bukan ruang pertemuan elit, tetapi harus menjadi ruang perayaan umat,” ujarnya.

Jacklevyn juga menyoroti pentingnya perhatian gereja terhadap isu kemaritiman, krisis ekologi, dan kehidupan masyarakat pesisir.

“Kami datang ke Alor untuk belajar bagaimana masyarakat pesisir memaknai laut sebagai sumber kehidupan dan ruang persaudaraan,” katanya.