Jakarta, RakyatNTT.ID – Langkah Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang membeli sebagian saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mendapat respons positif dari aktivis nasional, Sandri Rumanama.

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjadi langkah strategis dalam mendukung kesejahteraan mitra pengemudi ojek online (ojol), terutama terkait rencana pemangkasan potongan komisi aplikator menjadi maksimal 8 persen.

Meski demikian, Sandri menilai pemerintah tidak boleh berhenti hanya pada pembelian saham. Ia mendorong agar investasi tersebut diikuti dengan strategi pengelolaan bisnis yang lebih aktif dan terintegrasi.

Iklan

“Memang kecil sih hanya 8 persen, namun pemerintah melalui Danantara sudah semestinya melek bisnis. Model bisnis transportasi digital sangat menjanjikan dan harus dimaksimalkan. Minimal ada BUMN yang mengelola transportasi digital roda dua dan roda empat,” ujar Sandri dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

Transportasi Digital Dinilai Menjadi Bisnis Masa Depan

Sandri menjelaskan bahwa industri transportasi digital saat ini telah berkembang jauh melampaui layanan transportasi konvensional. Ekosistem transportasi berbasis aplikasi kini terhubung dengan berbagai sektor strategis seperti logistik, layanan keuangan digital, hingga industri otomotif.

Menurutnya, transformasi tersebut menjadikan bisnis transportasi digital sebagai salah satu sektor ekonomi yang memiliki prospek besar di masa depan.

Ia menilai keberhasilan platform seperti Gojek yang kini menjadi bagian dari Grup GoTo serta Grab menunjukkan bahwa model bisnis berbasis teknologi mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang luas dan berkelanjutan.

“Gurita bisnis transportasi roda empat dan roda dua telah bertransformasi menjadi ekosistem besar yang mengintegrasikan layanan mobilitas dengan sektor otomotif, logistik, dan finansial. Ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan pemerintah,” katanya.

Pemerintah Diminta Terlibat dalam Pengelolaan

Lebih lanjut, Sandri berpendapat bahwa kepemilikan saham oleh Danantara seharusnya menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk mengambil peran lebih besar dalam pengelolaan bisnis transportasi digital nasional.

Menurutnya, pemerintah dapat mempertimbangkan berbagai skema, mulai dari pengelolaan melalui holding BUMN hingga pembentukan badan usaha milik negara baru yang fokus pada sektor transportasi digital.

Ia mencontohkan perusahaan BUMN seperti DAMRI yang dinilai memiliki pengalaman di sektor transportasi dan berpotensi menjadi bagian dari pengembangan ekosistem transportasi berbasis digital.

“Ini bisnis yang menjanjikan. Pemerintah melalui Danantara jangan hanya membeli saham, tetapi juga perlu mendorong manajemen pengelolaan yang lebih aktif. Bisa melalui skema holding BUMN seperti DAMRI atau bahkan membentuk BUMN baru,” tegasnya.

Dorong Kesejahteraan Mitra Pengemudi

Pembelian saham GoTo oleh Danantara disebut sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mendukung kebijakan pengurangan potongan komisi aplikator ojek online menjadi maksimal 8 persen.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para mitra pengemudi sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi digital yang lebih berkeadilan.

Dengan keterlibatan pemerintah dalam salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia, berbagai pihak berharap pengembangan industri transportasi digital dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan mitra pengemudi dan penguatan ekonomi nasional berbasis teknologi. (*/rnc)