Seba, RakyatNTT.ID Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor transportasi melalui partisipasi dalam rapat persiapan kerja sama Program Pola Pembibitan Pemerintah Daerah (PolbitPemda).

Rapat tersebut diikuti oleh Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si, didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perhubungan, secara daring dari Ruang Video Conference (Vicon) Lantai 2 Kantor Bupati, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) bersama Badan Layanan Umum Politeknik Transportasi Darat Indonesia–STTD.

Program PolbitPemda merupakan skema kerja sama strategis antara Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah untuk menyiapkan SDM transportasi yang kompeten dan siap kerja. Lulusan program ini nantinya akan diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan ditempatkan sesuai kebutuhan daerah.

Dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah poin penting terkait mekanisme pelaksanaan program. Pemerintah daerah diberi kewenangan mengusulkan kebutuhan SDM transportasi, baik di sektor darat, laut, maupun udara, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan wilayah.

Selanjutnya, putra-putri daerah akan direkrut untuk menempuh pendidikan di sekolah kedinasan milik Kementerian Perhubungan. Setelah lulus, mereka akan kembali ke daerah asal untuk mengisi formasi ASN yang telah ditetapkan.

Program ini memiliki sejumlah tujuan strategis, di antaranya mengatasi kekurangan tenaga profesional di bidang transportasi, meningkatkan kualitas layanan publik, serta membuka akses pendidikan kedinasan bagi generasi muda di daerah.

Dari sisi pembiayaan, program PolbitPemda memberikan fleksibilitas melalui beberapa skema, yakni pembiayaan oleh pemerintah daerah, orang tua atau wali peserta, maupun skema pembiayaan bersama.

Penentuan kuota peserta didasarkan pada berbagai dokumen pendukung dari pemerintah daerah, seperti struktur organisasi, peta jabatan Dinas Perhubungan, proyeksi kebutuhan SDM lima tahun ke depan, hingga analisis jabatan dan beban kerja.

Sementara itu, calon peserta akan melalui tahapan seleksi ketat yang meliputi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), tes kesehatan, kesamaptaan, psikotes, dan wawancara. Peserta yang lolos akan menjalani pendidikan selama tiga tahun untuk jenjang Diploma 3 (D3) atau empat tahun untuk Diploma 4 (D4).

Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menyatakan dukungan penuh terhadap program ini sebagai solusi strategis dalam memenuhi kebutuhan SDM transportasi yang selama ini masih menjadi tantangan di daerah.

Hingga saat ini, Pemkab Sabu Raijua belum memiliki Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait program tersebut. Namun, pemerintah daerah berencana segera mengusulkan kerja sama pada tahun ini, dengan harapan formasi ASN dari program PolbitPemda dapat tersedia mulai tahun depan. (*/rnc)