Sebagai penutup, tantangan terbesar Nusa Tenggara Timur bukanlah kemiskinan sumber daya, melainkan kemiskinan keadilan dan ketidakefisienan dalam pengelolaan modal. Selama pemerintah lebih menghargai alat berat pertambangan daripada cangkul petani atau asupan gizi ibu hamil, maka pertumbuhan ekonomi hanyalah sebuah angka kosong yang membohongi rakyat.

Pembangunan yang sejati adalah pembangunan yang mampu memanusiakan warga Flobamora, memberikan kedaulatan atas tanahnya, dan menjamin masa depan yang sehat bagi generasinya. Sudah saatnya kita membangun NTT dengan kejujuran data dan empati, bukan dengan retorika kemajuan yang hampa. (*)