Kupang, RakyatNTT.ID – Tabir gelap yang menyelimuti kasus dugaan penyekapan dan pemerkosaan terhadap HAS alias MKS (14), seorang siswi kelas II SMP di Kota Kupang, akhirnya terungkap.

Pengakuan korban yang menyebut dirinya disekap dan digilir oleh empat pria tidak dikenal selama empat hari dipastikan hanya karangan semata.

Berdasarkan hasil penyelidikan mendalam oleh penyidik Dit Res PPA dan PPO Polda NTT, peristiwa sebenarnya jauh berbeda dari narasi awal yang beredar di masyarakat.

Iklan

Dijemput Pacar Usai Latihan Menari

Kenyataan pahit ini terungkap setelah polisi melakukan penelusuran terhadap keberadaan korban selama menghilang. HAS ternyata tidak diculik, melainkan pergi atas kemauan sendiri bersama kekasihnya, VYM (19), yang merupakan seorang mahasiswa di Kupang.

Kronologi bermula saat korban pulang dari latihan menari di sekolahnya. VYM menjemput korban dan membawanya ke tempat tinggalnya. Selama lima hari, korban berada di bawah pengawasan VYM tanpa memberi kabar kepada orang tuanya.

Keluarga korban yang panik sempat menyebarkan foto korban di media sosial dengan narasi anak hilang, bahkan hingga membuat laporan resmi ke kantor polisi.

Takut Dimarahi Orang Tua jadi Alasan Berbohong

Motif di balik cerita horor penyekapan tersebut akhirnya terkuak. HAS, yang merupakan warga Desa Mata Air, Kabupaten Kupang, merasa takut akan dimarahi oleh orang tuanya karena tidak pulang selama berhari-hari.