Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) menerima audiensi kolaborasi strategis bersama Yayasan Maringgi Malala untuk mendirikan institusi pendidikan tinggi berbasis pariwisata di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Langkah ini diambil sebagai upaya menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil sekaligus mengoptimalkan potensi wisata alam dan budaya Pulau Sumba.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kupang pada Selasa (14/4/2026), dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si., bersama jajaran Biro Perencanaan dan Kerja Sama Undana, serta Ketua Yayasan Maringgi Malala, Yonatan B. Agu Ate, S.Sos., M.Si.

Komitmen Pendampingan Akademik

Dalam kesempatan itu, Prof. Annytha menegaskan bahwa Undana menyambut positif rencana pendirian kampus pariwisata di Sumba Barat. Ia memastikan universitas siap memberikan pendampingan menyeluruh, terutama dalam proses transformasi kelembagaan dan peningkatan kualitas pembelajaran.

Iklan

“Undana siap berkontribusi. Kami melihat Sumba Barat memiliki potensi besar yang jika dikelola secara profesional melalui jalur kementerian, akan menghasilkan kualitas pendidikan yang baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah awal yang krusial adalah memastikan legalitas melalui Nota Kesepahaman (MoU). Setelah itu, Undana akan membentuk Tim Task Force guna mengeksekusi program secara teknis dan terarah.

Atasi Rendahnya Partisipasi Pendidikan Tinggi

Ketua Yayasan Maringgi Malala, Yonatan B. Agu Ate, mengungkapkan bahwa pendirian kampus ini dilatarbelakangi rendahnya angka lulusan yang melanjutkan pendidikan tinggi di Sumba. Dari sekitar 1.800 lulusan SMK Pariwisata, hanya 17 persen yang melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Potensi wisata Sumba sangat besar, namun SDM lokal sering kali kalah bersaing karena minimnya akses pendidikan tinggi yang relevan,” jelasnya.

Kondisi ini berdampak pada terbatasnya peluang masyarakat lokal untuk menempati posisi strategis dalam industri pariwisata yang terus berkembang.

Dorong Dampak Ekonomi Lokal

Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen Undana sebagai “Kampus Berdampak” yang berfokus pada solusi nyata bagi masyarakat. Kehadiran kampus pariwisata di Sumba diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal.

Selain membuka akses pendidikan yang lebih luas, sinergi ini juga diyakini dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal.

Dengan demikian, masyarakat Sumba diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam pengembangan industri pariwisata di daerahnya sendiri. (*/rnc)

Koreksi: Sebelumnya di berita ini tertulis Kabupaten Sumba Barat Daya. Yang benar adalah Kabupaten Sumba Barat. Redaksi memohon maaf atas kesalahan penulisan nama tempat tersebut.