Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia bahkan mengusulkan agar sistem pendidikan memberi ruang untuk menahan siswa di kelas tertentu jika kemampuan dasar mereka belum terpenuhi, selama tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Kita perlu melihat kembali regulasinya. Jangan sampai semua anak naik kelas tanpa memastikan kemampuan dasar mereka. Kalau tidak, kualitas pendidikan kita akan terus turun,” ungkap Melki Laka Lena.
Dukungan Orangtua dalam Pengembangan Pendidikan
Melki Laka Lena pada kesempatan itu juga menyoroti perubahan pola hubungan antara orang tua dan guru yang dinilai ikut mempengaruhi disiplin pendidikan. Menurutnya, pada masa lalu guru mendapat kepercayaan penuh dari orang tua dalam mendidik anak.
“Dulu kalau guru menegur atau menindak anak yang tidak disiplin, orang tua justru mendukung. Sekarang sering kali justru guru yang dipersoalkan. Ini juga harus kita koreksi bersama,” ujarnya.
Melki mendorong keterlibatan orang tua dan alumni sekolah dalam mendukung pengembangan pendidikan. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak penting untuk memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah.
“Orang tua harus menjadi bagian dari pendidikan anak. Alumni juga bisa terlibat membantu sekolah agar kualitas pendidikan semakin baik,” kata Melki.
Bangga jadi Alumni SDK Don Bosco
Melki Laka Lena juga menyinggung peran SDK Don Bosco 3 Kupang dalam melahirkan pemimpin daerah. Ia menyebut dirinya dan Wali Kota Kupang Christian Widodo sama-sama pernah menempuh pendidikan di sekolah tersebut.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

