Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menyoroti persoalan mendasar kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Terutama kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung, yang masih jadi problem besar.
Melki menyebut hasil penilaian nasional menunjukkan kualitas pendidikan NTT masih berada pada kategori rendah. Salah satu persoalan utama adalah lemahnya kemampuan literasi dan numerasi yang seharusnya sudah dikuasai sejak jenjang SD.
“Saya pernah menemukan bahkan di tingkat SMA masih ada sekitar 30 sampai 40 persen anak yang kemampuan baca, tulis, dan hitungnya bermasalah. Bahkan ada laporan mahasiswa yang sudah sampai tahap skripsi, tetapi ternyata kemampuan baca tulisnya belum baik,” kata Melki dalam sambutan di acara Pentas Seni SDK Don Bosco 3 Kupang yang berlangsung di Aula El Tari, Kupang, Jumat (13/3/2026).
Menurut Melki, fakta di atas menunjukkan fondasi pendidikan dasar belum berjalan optimal. Dengan demikian, perbaikan sistem pendidikan di NTT harus dimulai dari level pendidikan dasar.
“Kalau memperbaiki pendidikan dimulai dari SMP atau SMA itu sudah berat. Kuncinya ada di SD. Hampir semua anak usia SD bersekolah lebih dari 90 persen. Tapi ketika masuk SMP tinggal sekitar 50 persen, dan saat SMA hanya sekitar 25 persen yang melanjutkan,” ujarnya.
Tinjau Kembali Sistem Kenaikan Kelas
Melki juga menyoroti sistem kenaikan kelas yang dinilainya terlalu longgar, sehingga tidak mendorong peningkatan kualitas belajar siswa. Ia meminta dinas pendidikan dan pemerintah daerah meninjau kembali regulasi tersebut agar tidak menurunkan standar pendidikan.
“Kalau anak tidak bisa membaca, menulis, dan berhitung, tapi tetap naik kelas, maka masalahnya akan terus terbawa sampai jenjang berikutnya. Kalau SD sudah jebol, maka SMP dan SMA pasti bermasalah,” tegasnya.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

