Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Adapun beban kebandaraan dan pelayanan penumpang masing-masing tercatat sebesar US$ 249,14 juta dan US$ 216,35 juta.
Posisi Aset dan Liabilitas
Hingga akhir Desember 2025, Garuda Indonesia memiliki total aset sebesar US$ 7,43 miliar atau sekitar Rp 126,33 triliun. Sementara total liabilitas tercatat sebesar US$ 7,33 miliar atau sekitar Rp 124,61 triliun.
Dengan demikian, total ekuitas perseroan berada di level US$ 91,91 juta atau sekitar Rp 1,56 triliun.
Kinerja keuangan ini menunjukkan bahwa Garuda Indonesia masih menghadapi tekanan besar di tengah upaya pemulihan industri penerbangan pascapandemi. Penurunan pendapatan dan tingginya biaya operasional menjadi tantangan utama yang perlu diatasi perseroan ke depan. (*/rnc)
