Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Saya temui langsung, lebih dari 90 persen datang tanpa prosedur. Ini berbahaya. Karena itu, pendidikan harus siapkan mereka dengan baik, termasuk bahasa Inggris, Mandarin, dan Melayu,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan harus menjadi solusi untuk membuka peluang kerja yang aman dan legal, bukan mendorong generasi muda ke jalur berisiko.
Dukungan Daerah dan Data Pendidikan
Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu, menyambut kunjungan tersebut sebagai momentum penting untuk mendorong kemajuan pendidikan di wilayah perbatasan.
Ia menyoroti potensi besar generasi muda Malaka serta inovasi SMK Santa Genoveva yang telah menjalin kerja sama dengan Timor Leste.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, menegaskan bahwa kebijakan pendidikan saat ini berfokus pada tiga pilar utama, yakni karakter, akademik, dan kewirausahaan.
Berdasarkan data, Kabupaten Malaka memiliki 35 SMA (15 negeri dan 20 swasta), 7 SMK, serta 1 SLB, dengan total 850 guru dan 8.745 siswa.
Kunjungan ini menegaskan arah kebijakan Pemprov NTT yang berfokus pada pembenahan mendasar pendidikan, mulai dari peningkatan kualitas akademik, penegakan disiplin, penguatan keterampilan, hingga konektivitas dengan dunia kerja global, khususnya di wilayah perbatasan. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

