“HP bisa jadi pintu masuk pornografi, seks bebas, bahkan paham radikal. Harus dikontrol dengan baik,” ujarnya.

Ia meminta sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mengawasi penggunaan teknologi agar tetap mendukung proses belajar.

Dorong Program OSOP dan NTT Mart Sekolah

Untuk memperkuat kemandirian ekonomi, Gubernur menekankan pentingnya implementasi program One School One Product (OSOP) di seluruh SMA/SMK.

Iklan

Saat ini, dari 35 sekolah di Kabupaten Malaka, baru sekitar 14 yang memiliki produk unggulan. Ia meminta seluruh sekolah segera mengembangkan produk masing-masing.

“Semua sekolah harus punya produk. Dari situ kita tentukan mana yang paling strategis untuk dikembangkan,” ujarnya.

Ia juga mendorong pembentukan “NTT Mart by sekolah” sebagai wadah pemasaran produk siswa agar terjadi perputaran ekonomi lokal.

“Kita harus biasakan pakai produk sendiri. Kalau beli produk luar, uang keluar. Kalau produk lokal dipakai, ekonomi daerah bergerak,” tegasnya.

Siapkan SDM dan Cegah Pekerja Migran Ilegal

Gubernur juga menyoroti fenomena pekerja migran asal NTT yang banyak berangkat tanpa prosedur resmi. Ia menegaskan pentingnya pendidikan dalam membekali siswa dengan keterampilan dan kemampuan bahasa asing.