Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak harus langsung sempurna, namun harus dimulai dengan langkah serius dan konsisten.
“Kita mulai dari sini. Tidak semua langsung bagus, tapi kalau konsisten, saya yakin SMK ini akan berkembang menjadi model yang berhasil,” tegasnya.
Soroti Kualitas Akademik dan Disiplin
Gubernur juga menyoroti persoalan mendasar pendidikan di NTT, khususnya kualitas akademik yang dinilai masih tertinggal. Ia membandingkan dengan kontribusi besar masyarakat NTT di luar negeri, termasuk sebagai pastor dan suster.
“Sekitar 80 persen yang melayani di luar itu orang NTT, tapi kemampuan akademik kita masih di bawah. Ini harus diperbaiki,” katanya.
Ia pun meminta evaluasi tegas dalam sistem pendidikan, termasuk kebijakan kenaikan kelas yang harus berbasis kualitas, bukan sekadar formalitas.
“Kalau tidak memenuhi standar, jangan dipaksakan naik kelas. Kita butuh kualitas, bukan angka kelulusan,” tegasnya.
Selain itu, pendidikan karakter dan disiplin juga menjadi perhatian utama. Gubernur menilai generasi muda harus dibentuk dengan ketegasan agar siap menghadapi tantangan dunia nyata.
Kontrol Penggunaan HP dan Risiko Sosial
Dalam arahannya, Gubernur juga menyoroti penggunaan telepon genggam di kalangan pelajar yang dinilai berpotensi membawa dampak negatif.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

