Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Tantangan utama adalah anggaran. Kami mengalami kendala, di mana anggaran yang ada tidak sebanding dengan apa yang telah kita rencanakan untuk kita lakukan bagi masyarakat,” jelasnya.
Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk melakukan penyesuaian prioritas program serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat guna memastikan program strategis tetap berjalan.
Fokus pada Daya Beli dan Kemandirian Ekonomi
Di akhir penyampaiannya, Wakil Bupati Apremoi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Rote Ndao atas dukungan selama setahun kepemimpinan.
Ia menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya pada kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga pada peningkatan daya beli dan kemandirian ekonomi.
“Otak masyarakat itu luar biasa, tidak hanya perut yang menjadi perhatian khusus, tetapi isi dompet masyarakat juga menjadi hal yang kami harus lakukan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa arah kebijakan Pemkab Rote Ndao ke depan tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi rakyat.
Dengan komitmen untuk terus bekerja dan memperbaiki kekurangan, masyarakat Rote Ndao kini menanti langkah konkret lanjutan dari Bupati Paulus Henuk dan Wakil Bupati Apremoi Dudelusy Dethan dalam mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.
Angka Kemiskinan dan Stunting
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur (BPS NTT) angka kemiskinan Rote Ndao pada tahun 2024 sebesar 25,78% dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 52.890 jiwa dari total penduduk 152.613 jiwa.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

