Ia menambahkan, GMIT telah melewati berbagai dinamika zaman dan terus berupaya menjawab tantangan pelayanan dengan semangat pembaruan, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar ajaran Injil sebagai fondasi utama.

Menutup sambutannya, Wakil Gubernur NTT berharap Sidang Majelis Sinode GMIT ke-54 dapat menghasilkan keputusan strategis yang berdampak langsung bagi jemaat dan masyarakat.

“Kiranya persidangan ini menghasilkan keputusan-keputusan strategis demi kebaikan jemaat dan masyarakat NTT,” ujarnya.

Iklan

Sejalan dengan itu, Bupati Kupang Yosef Lede dalam sapaannya menyampaikan ucapan selamat atas dibukanya Sidang Majelis Sinode GMIT ke-54. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pelayanan gereja.

“Sebagai Bupati Kupang dan sebagai bagian dari GMIT, saya menyampaikan selamat atas dibukanya Persidangan Majelis Sinode GMIT ke-54,” katanya.

Yosef Lede mengingat pesan Ketua Majelis Sinode GMIT yang menurutnya relevan dengan kondisi saat ini, bahwa gereja dan pemerintah sama-sama berada dalam situasi yang penuh tantangan.

“Kalau pemerintah terluka, GMIT juga terluka. Artinya, kita semua sedang terluka dan membutuhkan pemulihan bersama,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam persidangan ini mencerminkan kesamaan visi dan misi antara pemerintah dan gereja, yakni menghadirkan pemulihan dan kesejahteraan di tengah masyarakat.