Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Ketika rakyat masih harus bertaruh nyawa di jalan rusak dan berlumpur, kita perlu bertanya: mana yang lebih urgen?” katanya.
Menurutnya, membangun jalan di Amfoang jauh lebih mendesak karena berdampak langsung pada keselamatan warga, akses pendidikan, layanan kesehatan ibu hamil, serta distribusi hasil pertanian.
Amfoang Harus Diprioritaskan
GMKI Kupang menegaskan bahwa Amfoang bukan meminta belas kasihan, melainkan prioritas.
“Jika jabatan adalah amanah, dengarkan jeritan rakyat. Jika kekuasaan adalah tanggung jawab, buktikan dengan tindakan konkret,” tutup Andraviani.
Ia berharap setiap musim hujan ke depan tidak lagi menjadi simbol pengabaian, melainkan momentum perubahan nyata bagi masyarakat Amfoang. (*/rnc)
