Ba’a, RakyatNTT.ID – Sebuah rumah berukuran 6 x 8 meter milik Cornelius Medah, warga RT 003/RW 002, Dusun Oesuti 2, Desa Matasio, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), hangus dilalap api pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

Peristiwa kebakaran rumah di Rote Timur tersebut menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp70 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu karena pemilik rumah dan keluarganya sedang tidak berada di lokasi saat kebakaran terjadi.

Api Diduga Berasal dari Dalam Rumah

Api diduga berasal dari dalam rumah dan dengan cepat merambat ke seluruh bagian bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu serta beratapkan seng. Warga sekitar bersama aparat kepolisian berupaya memadamkan api, namun kobaran baru berhasil dijinakkan sekitar pukul 12.20 WITA atau hampir dua jam setelah kejadian.

Iklan

“Konstruksi bangunan yang terbuat dari kayu membuat api cepat merambat dan sulit dipadamkan. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.20 WITA,” ujar Aipda Siprianus Blegur, Bhabinkamtibmas Desa Matasio, kepada RakyatNTT.ID.

Menurut keterangan, saat kejadian Cornelius Medah sedang berada di sawah, sementara istrinya membantu membungkus nasi di rumah tetangga.

“Korban memiliki dua rumah yang posisinya berdampingan. Rumah yang satu sempat terbakar, namun berhasil dipadamkan warga sehingga tidak sampai hangus,” tambahnya.

Daftar Kerugian akibat Kebakaran

Selain bangunan rumah yang ludes, sejumlah barang berharga turut terbakar, antara lain:

  • Satu unit sepeda motor Honda Supra XX
  • Dua unit kulkas merek Politron dan Sharp
  • Padi sebanyak 150 blek
  • Beras 100 kilogram
  • Tiga unit lemari pakaian
  • Satu unit lemari makan
  • Perlengkapan dapur

Total kerugian diperkirakan mencapai Rp70 juta.

Kronologi Kejadian

Kebakaran pertama kali diketahui oleh Kayla Ndoen (17), seorang pelajar yang melihat asap tebal dari jarak sekitar 50 meter pada pukul 10.35 WITA. Ia kemudian memberitahukan hal tersebut kepada Mersirolly Lango, seorang PNS yang tinggal di sekitar lokasi.

Sekitar pukul 10.40 WITA, Kayla mendekati lokasi dan melihat kobaran api dari dalam rumah korban. Ia sempat berusaha memanggil warga sekitar, namun tidak mendapat respons. Kayla kemudian berinisiatif mencari bantuan dengan mengendarai sepeda motor. Ia bahkan sempat menghentikan sebuah truk tangki air untuk meminta bantuan, namun tangki tersebut dalam kondisi kosong.

Sementara itu, Mersirolly Lango sempat mencoba memanggil pemilik rumah, namun tidak mendapat jawaban. Ketika kembali ke lokasi sekitar pukul 10.42 WITA, api sudah membesar sehingga ia langsung membantu warga memadamkan kobaran api.

Pemilik rumah tiba di lokasi sekitar pukul 10.50 WITA setelah diberi tahu warga. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 12.20 WITA dan situasi selama penanganan dinyatakan aman dan terkendali.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Aipda Siprianus Blegur bersama Brigpol Amandus Mario dan Bripda Devan Kolifai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan Polsek Rote Timur.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan dengan konstruksi kayu yang mudah terbakar. (rnc12)