Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Jika hasil skrining menunjukkan risiko, maka dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan di laboratorium. Dengan demikian, penyakit dapat dicegah agar tidak berkembang menjadi lebih parah,” jelasnya.
Menurut Gubernur Melki, melalui skrining riwayat kesehatan, peserta JKN dapat mengetahui risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, gangguan fungsi ginjal, kolesterol, serta kondisi kesehatan lain yang sering kali berkembang tanpa gejala.
Ia menambahkan, pelaksanaan skrining ini merupakan bagian dari optimalisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui sinergi dengan BPJS Kesehatan, sehingga pelayanan kesehatan dapat berlangsung secara terstandar, terjamin pembiayaannya, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat NTT.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk:
- Melakukan skrining kesehatan secara rutin guna mendeteksi risiko penyakit sejak dini;
- Memastikan kepesertaan JKN selalu dalam kondisi aktif;
- Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin setiap bulan di FKTP terdaftar; dan
- Menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga teratur serta konsumsi makanan bergizi dan seimbang.
“Kesehatan adalah modal utama untuk mewujudkan manusia yang produktif, profesional, dan berdaya saing, termasuk ASN, pensiunan, dan seluruh masyarakat NTT. Upaya menjaga kesehatan tidak cukup dilakukan saat sakit, tetapi harus dimulai sejak dini melalui pencegahan dan deteksi dini,” tutup Gubernur Melki. (*/rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

