Bagi mantan aktivis GMNI tersebut, menulis adalah cara paling jujur untuk ikut berpartisipasi membangun daerah.

“Melalui tulisan, saya berusaha merekam realitas masyarakat, menyuarakan persoalan yang kerap luput dari perhatian, serta mendorong lahirnya kesadaran dan perubahan,” ungkapnya.

Selama ini, Sevrin konsisten mengangkat isu-isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari kemiskinan, ketimpangan akses layanan publik, kesetaraan gender, hingga persoalan lingkungan hidup. Ia meyakini, tulisan yang disampaikan secara utuh dan berimbang dapat membuka ruang dialog antara masyarakat dan para pengambil kebijakan.

Iklan

“Bagi saya, nominasi ini bukan sekadar pengakuan atas karya tulis, tetapi pengakuan atas perjalanan dan komitmen untuk terus hadir bersama masyarakat melalui tulisan,” pungkasnya. (rnc15)