Mbay, RakyatNTT.ID – Wartawan Viva.co.id Biro Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Severinus Waja, berhasil menorehkan prestasi nasional dengan masuk nominasi 10 terbaik lomba karya jurnalistik Akselerasi SDGs yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Kepastian tersebut diterima Severinus Waja—akrab disapa Sevrin—melalui notifikasi resmi dari panitia penyelenggara pada Minggu (25/1/2026).

“Iya benar, saya masuk nominasi 10 terbaik. Barusan dapat notifikasi dan konfirmasi langsung dari penyelenggara,” ujar Sevrin.

Iklan

Mengangkat Ketangguhan Perempuan Wolowea

Karya jurnalistik yang mengantarkan Sevrin ke jajaran nominasi terbaik berjudul “Rumpun Bambu, Ruang Belajar dan Ketangguhan Perempuan Wolowea”. Tulisan tersebut mengisahkan praktik-praktik baik pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang digerakkan oleh kaum perempuan dan ibu rumah tangga di Desa Wolowea, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo.

Sejak tahun 2021, puluhan ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Delima Desa Wolowea berhasil membuktikan peran mereka sebagai perempuan tangguh penjaga lingkungan. Di bawah pendampingan Yayasan Bambu Lestari, kelompok ini mampu melestarikan alam sekaligus menciptakan produk ramah lingkungan berbahan baku bambu.

Selaras dengan SDGs Global

Tulisan bergaya feature reporting tersebut mengulas perjalanan panjang KWT Delima yang selaras dengan sejumlah target SDGs, antara lain SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan), SDGs 5 (Kesetaraan Gender), serta SDGs 13–15 yang berkaitan dengan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup.

Lomba karya jurnalistik yang digelar Bappenas dan melibatkan Kompas.com sebagai mitra ini diikuti ratusan jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia, baik media nasional maupun lokal.

Seluruh karya diseleksi secara ketat oleh dewan juri independen dengan menilai kedalaman liputan, kekuatan data, relevansi isu, serta kemampuan jurnalis menerjemahkan konsep SDGs ke dalam konteks nyata di masyarakat.

Fokus Kolaborasi Pencapaian SDGs

Dalam kompetisi tersebut, peserta diminta mengangkat salah satu dari tiga tema utama, yakni Governance and Sustainability, Innovation in Learning and Partnerships, serta Knowledge Sharing and SDGs Communication.

Sevrin memilih tema Innovation in Learning and Partnerships yang menitikberatkan pada kolaborasi multi-pemangku kepentingan dalam pencapaian SDGs.

“Saya mengambil tema kolaborasi multi pihak karena di Nagekeo banyak NGO yang dalam praktiknya membantu pemerintah daerah dalam pencapaian SDGs. Kolaborasi ini sudah berjalan kompleks, hanya saja belum banyak terpublikasi,” jelas Sevrin.

Ia berharap ke depan, pemerintah daerah semakin peka dan intens menggandeng lembaga swadaya masyarakat (NGO) dalam upaya pembangunan daerah, khususnya terkait isu global SDGs.

Membangun Daerah Melalui Tulisan

Meski berhasil masuk nominasi 10 terbaik dan memperoleh beasiswa liputan sebesar Rp2 juta, Sevrin menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama dirinya mengikuti kompetisi ini.

Bagi mantan aktivis GMNI tersebut, menulis adalah cara paling jujur untuk ikut berpartisipasi membangun daerah.

“Melalui tulisan, saya berusaha merekam realitas masyarakat, menyuarakan persoalan yang kerap luput dari perhatian, serta mendorong lahirnya kesadaran dan perubahan,” ungkapnya.

Selama ini, Sevrin konsisten mengangkat isu-isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari kemiskinan, ketimpangan akses layanan publik, kesetaraan gender, hingga persoalan lingkungan hidup. Ia meyakini, tulisan yang disampaikan secara utuh dan berimbang dapat membuka ruang dialog antara masyarakat dan para pengambil kebijakan.

“Bagi saya, nominasi ini bukan sekadar pengakuan atas karya tulis, tetapi pengakuan atas perjalanan dan komitmen untuk terus hadir bersama masyarakat melalui tulisan,” pungkasnya. (rnc15)