Sedang pengurus Kerukunan Keluarga Toraja (KKT) di Kupang dan sekitarnya, dalam sambutannya yang disampaikan sesepuh Yunus Lintin Kambuno mengatakan, sesuai tema Natal “Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga, maka keluarga bagi kita keluarga Toraja perantauan, adalah keluarga inti kita, komunitas kita dan lingkungan dimana kita berada/berkarya. “Juga keluarga tempat kita berasal (Toraja). Keluarga kita tersebut, dengan berbagai masalahnya; di Kupang kita baru ikut membantu keluarga Bapak Hendrik Walla yang mengalami musibah kebakaran rumah serta kita baru saja berkunjung ke panti asuhan,” ungkapnya.

Dikatakannya, di tempat asal kita sendiri, di Toraja, masalah judi, masalah ekonomi dan lahan tidak digarap, sehingga kebutuhan pokok banyak yang masuk dari luar, juga menjadi persoalan yang saat ini dikritisi pihak gereja. “Kita semua juga dipakai Tuhan untuk mewujud-nyatakan kehadiran Allah menyelamatkan/membantu keluarga-keluarga menghadapi berbagai masalah tersebut. Seperti Tuhan telah memakai Maria untuk karya penyelamat manusia,” ujar Yunus Lintin Kambuno.

Semarak perayaan ibadah syukur Salu Sangalla’ kian terasa, saat anggota Arisan Salu Sangalla’ saling tukaran kado. Sambil bernyanyi dan berjoget ria, mereka bertukaran kado. Kelompok anak-anak, dan ibu-ibu. Perayaan pun diakhir makan malam bersama, dengan menu utama; pa’piong duku bai,” (*)

Iklan