oleh: Robert Kadang

Semarak perayaan “Ibadah Syukur Natal dan Tahun Baru” baru saja digelar Keluarga Besar Arisan Salu Sangalla’ yang ada di Kupang. Perayaan tersebut dilaksanakan di Aula Poltekkes Kupang, di Jalan Piet A. Tallo, Jumat (16/1/2026). Selain dihadiri angggota arisan, tampak pula sesepuh Sangtorayan, pengurus Kerukunan Keluarga Toraja (KKT), para ketua arisan, para pendeta, serta tamu undangan lainnya.

Dalam khotbahnya yang terambil dari Lukas 1:26-38, Pdt. Yudit Polabessy menekankan dua hal. Pertama, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. “Tuhan bisa melakukan hal yang tidak biasa/mustahil bagi manusia. Termasuk memilih Maria yang mengandung dari Roh Kudus untuk melahirkan sang Mesias,” katanya.

Iklan

Hal kedua, karya penyelamatan Allah melalui kelahiran Yesus, lanjut Pdt. Yudit, adalah bukti kemahakuasaan Allah. “Sehingga, manusia harus beriman dan terus berjalan dalam ketidak-mustahilan dalam hidup, bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. Dan, setiap orang percaya yang merayakan Natal, hendaklah membuat pengakuan iman seperti Maria; sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu,” tandasnya.

Dia menambahkan, manusia bisa berencana, berkehendak, tetapi kita perlu mengarahkan seluruh rencana kita dalam kehendak Tuhan. “Kita hanyalah hamba-Nya yang akan terus berjalan dalam rancangan Tuhan. Pengakuan ini sekaligus ungkapan kerendahan hati kita di hadapan Allah, sambil mengakui kebesaran Allah. Kiranya Allah menuntun memasuki tahun baru dengan sukacita,” imbuhnya.