“Semua kewajiban harus dibukukan. Neraca mungkin terlihat kurang bagus, tapi ini adalah kenyataan yang tidak boleh ditutup-tutupi,” tegas Charlie Paulus.

Meski demikian, Bank NTT optimistis memperbaiki kinerja pada tahun berjalan. Untuk tahun buku 2026, manajemen menargetkan dividen sekitar Rp43,6 miliar. Target tersebut masih bersifat proyeksi dan sangat bergantung pada performa bisnis dan kualitas kredit sepanjang tahun 2026.

“Target dividen 2026 tentu sangat ditentukan oleh kinerja tahun berjalan. Kami fokus pada perbaikan kualitas kredit dan pertumbuhan bisnis yang lebih sehat,” pungkas Charlie Paulus. (rnc)

Iklan