Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Diskusi panel menampilkan presentasi hasil riset oleh Tim Riset Kaukus Akademisi Forum PRB serta tanggapan dari Pusat Studi Lingkungan Universitas Nusa Cendana, Bapperida Provinsi NTT, dan Yayasan PIKUL.
Tim peneliti terdiri dari: Leny M. Mooy, SP., MP. (Politeknik Pertanian Kupang), Norman Riwu Kaho, SP., M.Sc. (Fakultas Pertanian UNDANA), Dr. Yendris Krisno Syamruth, S.KM., M.Kes. (Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDANA), Dr. Yulius P.K. Suni, ST., M.Sc. (Fakultas Teknik UNWIRA), Budhi B. Lily, ST., MT. (Fakultas Teknik UNWIRA), dan Dismas F.N. Banu, S.Fil. (CIS Timor).
Para penanggap menekankan pentingnya riset berbasis bukti untuk memperkuat kebijakan adaptasi, membangun kapasitas pemerintah daerah, serta memastikan kelompok rentan—termasuk perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan masyarakat terpencil—mendapat perhatian utama dalam strategi adaptasi perubahan iklim.
Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 60 peserta dari berbagai lembaga pemerintah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, lembaga internasional, dan mitra pembangunan. Partisipasi lintas aktor ini menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat ketahanan iklim masyarakat NTT.
Program SIAP SIAGA mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari komitmennya memperkuat kapasitas pemerintah daerah dan mendorong integrasi isu perubahan iklim dalam kajian risiko bencana serta perencanaan pembangunan daerah. Hasil diskusi publik ini diharapkan memperkaya rekomendasi kebijakan dan menjadi langkah strategis untuk membangun ketahanan iklim yang lebih kuat di NTT.
