Provincial Manager SIAP SIAGA NTT Silvia Fanggidae dalam sambutannya menyatakan “Isu perubahan iklim bukan lagi sekadar termuat dalam dokumen perencanaan, tetapi telah kita rasakan dampaknya secara nyata. Siklon tropis dan bencana hidrometeorologi besar yang terjadi belakangan ini menunjukkan urgensi adaptasi yang lebih kuat.”

Silvia menambahkan bahwa SIAP SIAGA mendukung penyusunan RAD-API bersama Bapperida dan Forum PRB serta membantu Kaukus Akademisi dalam riset adaptasi local.

“Kami berharap diskusi ini merumuskan rekomendasi konkret agar perencanaan program pemerintah maupun nonpemerintah dapat mengadres dampak perubahan iklim, mengacu pada strategi-strategi adaptasi lokal yang sudah ada,” katanya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi NTT melalui Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, John Paut, menegaskan bahwa meningkatnya kejadian siklon tropis di Indonesia memperlihatkan urgensi adaptasi iklim khususnya bagi kelompok rentan.

“Sektor primer memberi kontribusi besar pada ekonomi NTT, namun sangat rentan terhadap perubahan iklim. Karena itu hasil penelitian ini sangat penting sebagai dasar kebijakan dan penguatan ketahanan masyarakat,” katanya.