Ia menambahkan bahwa kajian ITB di lapangan menjadi dasar kuat bagi penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis data dan kebutuhan masyarakat.

“FGD ini bukan sekadar forum diskusi, tapi menjadi titik awal perubahan yang lahir dari data, pengalaman, dan semangat gotong royong,” tegas Bupati Simplisius dalam sambutannya.

Sementara itu, Nur Diana Safitri, selaku Ketua Tim 1 Ekspedisi Patriot ITB, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi dan ITB yang berfokus pada evaluasi kawasan transmigrasi berbasis partisipatif dan evidence-based.

Iklan

“FGD ini penting untuk memvalidasi hasil temuan lapangan dan menjaring masukan langsung dari pemerintah daerah hingga desa,” jelasnya.

Diana menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan transmigrasi tak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga sinergi antarlembaga, kemandirian masyarakat, dan kebijakan daerah yang tepat arah.

“Kolaborasi seperti ini sangat berharga untuk menyusun rekomendasi yang komprehensif dan aplikatif,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini.

“Semoga diskusi hari ini menghasilkan gagasan terbaik bagi kemajuan masyarakat dan pembangunan di Kawasan Transmigrasi Mbay,” tutupnya.