Kupang, RakyatNTT.ID Seleksi Direktur Perumda Pasar Kota Kupang segera memasuki tahap akhir. Setelah pelaksanaan tes tertulis pada Kamis (27/11), rangkaian seleksi dilanjutkan dengan sesi wawancara pada Jumat (28/11) oleh lima anggota panitia seleksi (Pansel) yang diketuai Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefri Eduard Pelt.

Bertempat di ruang rapat utama Kantor Wali Kota Kupang, Pansel mewawancarai empat dari lima calon yang lolos ke tahap akhir.

Wawancara ini bertujuan menggali secara mendalam visi, misi, serta program kerja para calon jika nantinya terpilih memimpin perusahaan milik Pemerintah Kota Kupang tersebut.

Salah satu calon, Stenly Aquinaldo Boymau, menjelaskan sejumlah program strategis yang akan diterapkannya jika dipercaya menahkodai Perumda Pasar. Mantan Wadir Bisnis Harian Timor Express dan mantan Direktur TIMEX Promosindo ini menegaskan bahwa sesi wawancara merupakan bagian krusial dari proses seleksi.

“Dari lima calon, kami berempat menjalani wawancara. Satu calon berhalangan hadir karena urusan keluarga. Bagi saya, ini sesi yang paling penting karena di sinilah kami menyampaikan visi jika dipercaya Bapak Wali Kota memimpin BUMD ini,” ujarnya.

Usung Visi “Pasar Naik Kelas”

Stenly membawa visi besar menjadikan seluruh pasar di Kota Kupang sebagai pasar modern. Menurutnya, saat ini 10 pasar di Kota Kupang masih berkategori tradisional, sehingga membutuhkan pembaruan signifikan.

“Tema besar saya adalah pasar harus naik kelas. Sudah saatnya kita ubah grade menjadi pasar modern,” tegasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ia menyiapkan strategi berbasis data dan teknologi. Mulai dari penyusunan database digital pedagang dan aset, hingga digitalisasi pendapatan.

“Kita data seluruh aset, lalu dipetakan potensi unggulan tiap pasar. Pedagang juga harus terdata dengan baik, mulai dari lokasi, jenis dagangan, besaran retribusi, hingga metode pembayaran,” jelasnya.

Dengan penerapan ID Card digital pedagang, interaksi dan pengawasan pasar dinilai akan lebih efektif. Stenly juga menargetkan optimalisasi aplikasi SODAMOLEK, termasuk penambahan fitur harga komoditas secara real time dan kanal transaksi digital antara pedagang dan pembeli.

Tekan Kebocoran Retribusi hingga 40 Persen

Digitalisasi pendapatan menjadi salah satu fokus utama Stenly. Ia mendorong penerapan e-retribusi menggunakan QRIS dan e-ticketing yang diyakini mampu menekan kebocoran pendapatan secara signifikan. Kebocoran ditekan karena seluruh pemasukan langsung ke rekening resmi dan terpantau real time.

“Dengan sistem seperti ini saya percaya kita bisa menekan kebocoran hingga 40 persen. Jika hari ini terjadi krisis fiskal di banyak tempat, saya yakin pasar bisa mem-backup pemerintah,” ungkap Wakil Ketua KADIN NTT itu.

Tata Kelola Sampah dan Unit Usaha Baru

Menjawab keluhan masyarakat terkait pengelolaan sampah pasar, Stenly menawarkan pembentukan unit usaha daur ulang sampah sebagai langkah inovatif. Hal ini memungkinkan karena Perumda Pasar telah memiliki dasar hukum melalui Perda Nomor 3 Tahun 2023 yang memberi kewenangan membentuk unit usaha baru.

“Banyak ruang di pasar yang bisa diuangkan, seperti reklame, café, gerai ATM, foodcourt, air bersih, toilet bersih, dan lainnya,” katanya.

Pilot Project Pasar Hybrid dan Penataan Zonasi

Stenly juga menyiapkan program prioritas berupa revitalisasi fisik dan sanitasi pasar. Tahun pertama, ia mengusulkan penetapan satu pasar unggulan seperti Pasar Kasih Naikoten sebagai pilot project pasar hybrid dengan pengaturan zonasi (basah, kering, kuliner) dan layanan digital.

Penataan ini disebutnya penting untuk menghilangkan kebiasaan pedagang dadakan yang berjualan di badan jalan, sekaligus meningkatkan higienitas pasar.

“Jika pasar sudah ditata, saya yakin traffic pembeli bisa naik 25 persen karena lingkungan pasar lebih sehat dan nyaman,” tutupnya. (rnc)