Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Tema besar saya adalah pasar harus naik kelas. Sudah saatnya kita ubah grade menjadi pasar modern,” tegasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia menyiapkan strategi berbasis data dan teknologi. Mulai dari penyusunan database digital pedagang dan aset, hingga digitalisasi pendapatan.
“Kita data seluruh aset, lalu dipetakan potensi unggulan tiap pasar. Pedagang juga harus terdata dengan baik, mulai dari lokasi, jenis dagangan, besaran retribusi, hingga metode pembayaran,” jelasnya.
Dengan penerapan ID Card digital pedagang, interaksi dan pengawasan pasar dinilai akan lebih efektif. Stenly juga menargetkan optimalisasi aplikasi SODAMOLEK, termasuk penambahan fitur harga komoditas secara real time dan kanal transaksi digital antara pedagang dan pembeli.
Tekan Kebocoran Retribusi hingga 40 Persen
Digitalisasi pendapatan menjadi salah satu fokus utama Stenly. Ia mendorong penerapan e-retribusi menggunakan QRIS dan e-ticketing yang diyakini mampu menekan kebocoran pendapatan secara signifikan. Kebocoran ditekan karena seluruh pemasukan langsung ke rekening resmi dan terpantau real time.
“Dengan sistem seperti ini saya percaya kita bisa menekan kebocoran hingga 40 persen. Jika hari ini terjadi krisis fiskal di banyak tempat, saya yakin pasar bisa mem-backup pemerintah,” ungkap Wakil Ketua KADIN NTT itu.
Tata Kelola Sampah dan Unit Usaha Baru
Menjawab keluhan masyarakat terkait pengelolaan sampah pasar, Stenly menawarkan pembentukan unit usaha daur ulang sampah sebagai langkah inovatif. Hal ini memungkinkan karena Perumda Pasar telah memiliki dasar hukum melalui Perda Nomor 3 Tahun 2023 yang memberi kewenangan membentuk unit usaha baru.
