Berikut beberapa langkah strategis yang ditawarkan:

Pemerintah Lakukan Penelitian Komprehensif

Pemerintah perlu melakukan penelitian ilmiah untuk memetakan potensi ekonomi nira lontar dan enau, kualitas kesehatan sopi dan tuak, kandungan alkohol ideal, metode produksi higienis, risiko sosial dan strategi mitigasinya.

Penelitian adalah fondasi pengambilan kebijakan yang tepat, bukan sekadar asumsi atau pendekatan moralistik semata.

Bangun Industri Pengolahan dengan Teknologi Modern

Untuk menjamin kualitas, pemerintah bersama investor perlu membangun industri pengolahan miras lokal dengan standar higienis dan steril, teknologi fermentasi modern, pengujian laboratorium berkala, pengemasan aman, dan branding profesional.

Dengan demikian industri ini tidak harus menggantikan praktek tradisional, tetapi mengangkatnya ke level lebih tinggi.

Regulasi Ketat untuk Minimalisir Penyalahgunaan

Pemerintah daerah harus mengeluarkan aturan tegas mengenai batas usia pembeli, larangan konsumsi di tempat publik, izin produksi resmi, zona distribusi legal, sanksi bagi pelanggar, edukasi masyarakat tentang bahaya konsumsi berlebihan.

Regulasi bukan hanya mengontrol, tetapi juga mendidik masyarakat agar lebih bertanggung jawab.

Berkat atau Bencana? Dua Sisi Satu Realitas

Miras lokal NTT adalah dua hal sekaligus, yakni berkat bagi budaya, ekonomi, dan identitas masyarakat, tetapi juga bencana ketika tidak dikendalikan. Menolaknya sama dengan menolak tradisi dan peluang ekonomi, namun membiarkannya tanpa control, sama saja membuka pintu bagi kriminalitas dan kerusakan sosial.