Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
BMKG menambahkan, potensi meningkatnya curah hujan pada akhir tahun diperkuat oleh aktivitas Angin Monsun Asia dan anomali suhu permukaan laut yang lebih hangat di perairan Indonesia.
“Kondisi ini diperkuat oleh aktifnya monsun Asia, yang membawa massa udara lembap dari Samudra Hindia menuju Indonesia, serta anomali suhu muka laut positif antara 0,5 hingga 3 derajat Celcius,” jelas Dwikorita.
BMKG mengimbau pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah mitigasi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat puncak musim hujan Indonesia 2025. (*/rnc)
