“Tidak ada keinginan memperlama. Saya harus menunggu proses di MKMK selesai,” kata Arsul.

Dalam kesempatan yang sama, Arsul tampak tenang dan bijaksana saat menjawab pertanyaan wartawan, terutama mengenai kemungkinan melaporkan balik pihak yang menuduhnya.

Ia menegaskan tidak akan menempuh langkah hukum. “Saya anggap mereka adik atau anak sendiri,” ujarnya.

Pentingnya Klarifikasi Terbuka

Pengamat menilai langkah Arsul Sani memberikan klarifikasi lengkap bisa menjadi contoh penyelesaian polemik publik secara transparan: menjelaskan kronologi, menunjukkan bukti, dan membiarkan publik menilai secara objektif.

Dalam klarifikasinya, Arsul menyebut ia masih ingat dengan jelas seluruh proses penyusunan disertasinya, termasuk siapa saja narasumber yang ia wawancarai. Bahkan, disertasinya telah diterbitkan menjadi buku oleh Kompas.

Meski demikian, masih ada pihak yang menganggap gelar tersebut palsu. Menurut Arsul, tuduhan-tuduhan semacam itu seharusnya bisa diluruskan dengan dialog dan klarifikasi yang objektif seperti yang ia lakukan. (*/rnc)