Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Keyakinan korban terhadap kekuatan dukun.
Agar sihir bekerja, korban harus memiliki sugesti bahwa ritual tersebut berpengaruh padanya. Tanpa keyakinan itu, efek psikis dan spiritual tidak akan muncul.
Dukungan sosial dari masyarakat sekitar.
Kepercayaan kolektif dari lingkungan memperkuat keyakinan dukun maupun korban, menjadikan praktik sihir terasa nyata dan efektif.
“Ketiga elemen dari apa yang disebut Kompleks Syamanistik itu tidak dapat dipisahkan,” tegas Lévi-Strauss.
Analisis: Mengapa Santet Tak Bisa Menjangkau Tentara Israel
Jika teori Lévi-Strauss digunakan untuk menjawab fenomena ini, maka “santet ke tentara Israel” tidak bisa berjalan efektif karena salah satu unsur penting tidak terpenuhi.
- Unsur pertama: Dukun Indonesia percaya pada kekuatannya.
- Unsur ketiga: Masyarakat Indonesia juga mempercayai kekuatan ghaib.
- Namun unsur kedua: Tentara Israel (target) tidak mempercayai eksistensi dukun atau sihir.
Tanpa adanya kepercayaan dari pihak korban, hubungan psiko-spiritual antara pelaku dan target tidak terbentuk, sehingga energi spiritual atau efek sihir tidak tersampaikan.
Hal inilah yang membuat praktik santet dianggap tidak efektif terhadap orang yang sama sekali tidak percaya, terutama pada konteks lintas budaya dan jarak geografis yang jauh.
Konteks Historis: Santet di Masa Kolonial
Penjelasan ini juga dapat menjawab pertanyaan historis lain:





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

