Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dialog ini penting dilakukan sebagai upaya untuk memulihkan karakter dan memuliakan anak didik supaya bertumbuh secara sadar, belajar dan berkembang secara total.
Kedua, setiap guru perlu membuat kesepakatan kelas. Pembuatan kesepakatan kelas dalam proses pembelajaran penting dilakukan sebagai upaya menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan. Jika anak didik tidak mematuhi kesepakatan kelas yang dibuat bersama, dia siap menerima konsekuensi.
Konsekuensinya, misalnya, membuat ringkasan artikel atau membuat tulisan sebanyak beberapa halaman sesuai kesepakatan bersama atau maju melakukan ice breaking di depan kelas. Ini adalah suatu penerapan disiplin positif. Disiplin positif itu berdasarkan pada konsep bahwa disiplin itu diajar dan disiplin itu mengajarkan.
Ketiga, tata tertib sekolah, sebagai landasan utama pembentukan karakter anak, perlu dijalankan secara maksimal. Tata tertib yang telah disepakati bersama orang tua murid perlu dibuat dalam bentuk berita acara, sehingga bila anak didik melanggarnya, tata tertib sekolah siap dikembalikan kepada orang tua.
Itulah beberapa cara yang, menurut penulis, bisa seorang guru lakukan untuk mendisiplinkan muridnya tanpa menimbulkan masalah bagi guru itu sendiri. Itu perlu dilakukan dengan tujuan untuk membuat setiap murid belajar secara tekun sehingga pengetahuannya, keterampilannya, dan karakternya menjadi lebih baik dari hari ke hari. Ini, pada gilirannya, diharapkan membuatnya sukses di sekolah dan di masyarakat setelah dia menyelesaikan pendidikannya.
